Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia

  • Samuel Cornelius Kaha Pendeta GPIB dan Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: dialog, Indonesia, Islam, Kristen, pluralitas, relasi

Abstract

Isu pudarnya toleransi antarumat beragama di dalam kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk masih menjadi isu yang penting untuk diselesaikan. Fakta membuktikan bahwa kalangan Kristen sering kali didiskreditkan dengan Islam radikal. Padahal, kemajemukan memanggil setiap warga negara untuk merayakan perbedaan. Pernyataan tesis dalam mengatasi masalah ini terlihat melalui peluang dialog yang muncul sebagai realitas praksis baru antaragama untuk hidup dalam keharmonisan. Dialog mendatangkan beragam dinamika dan relasi yang mungkin karena sifatnya yang mengubahkan dan menumbuhkan sehingga mewadahi pluralitas yang konkret. Bahkan, dialog dapat menjadi identitas sosial umat beragama di Indonesia yang majemuk ketika perhatian dialog tidak sebatas konsep ilmu kalam masing-masing agama melainkan bentuk yang lebih transformatif. Berkaitan dengan itu beberapa pemikir teori kerukunan antar umat beragama menunjukkan urgensi dan implikasi dari pendekatan dialog mengatasi intoleransi. Khususnya, dalam konteks kehadiran Kristen dan Islam di Indonesia. Makalah ini mencoba mengimplikasikan konsepsi dialog sebagai pendekatan relasional Kristen dan Islam dalam rangka membangun hubungan antar umat beragama yang harmonis di Indonesia.

References

Anwar, Moh Khoiril. “Dialog Antar Umat Beragama Di Indonesia: Perspektif A. Mukti Ali.” Jurnal Dakwah 19, no. 1 (2018): 89–107.

Apriano, Alvian. “Fungsi Implementatif Tawaran Pilihan Etis-Teologis Kristen Dalam Konteks Dilema Moral.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3, no. 2 (2019): 142–156.

Arifin, Muhammad Zainal. “Dialog Antar Agama Dalam Pandangan Hans Kung.” Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2012.

Aritonang, J S. Sejarah Perjumpaan Kristen Dan Islam Di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Basri, Mohammad Hasan. “Interreligious Dialogue and The Problem of Truth Claims.” Al-Ulum 11, no. 1 (2017): 17–26.

Bhaidawy, Z. Dialog Global Dan Masa Depan Agama. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2001.

Dister, Nico Syukur. “DIALOG ANTAR UMAT BERAGAMA Ketegangan Antara Keterbukaan Dan Identitas1.” Limen 6, no. 2 April (2010): 48–67.

Freire, P, and D Macedo. Pedagogy of the Oppressed: 50th Anniversary Edition. Bloomsbury Publishing, 2018.

Freire, P, M B Ramos, and Penguin. Pedagogy of the Oppressed. Pelican books. Herder and Herder, 1970.

Globethics, Prinsip-prinsip. “Prinsip-Prinsip Globethics.Net” (n.d.). https://www.globethics.net/documents/4289936/13403256/GE_Principles_final_Ind_Online.pdf. Diakses 20 Oktober 2019

Goddard, Hugh. “Telaah Perjumpaan Kristen-Islam.” Yogyakarta: Serambi, 2013.

Howe, R L. The Miracle of Dialogue. New York: Harpercollins, 1975.

Kraemer, H. The Christian Message in a Non-Christian World. WCC: International missionary council, 1938.

Küng, H, and K J Kuschel. Global Ethic: The Declaration of the Parliament of the World’s Religions. London: Bloomsbury Publishing, 1993.

Mawardi, Mawardi. “Kekerasan Dan Problematika Dialog Antar Umat Beragama.” Toleransi 2, no. 2 (2010): 138–151.

Mety, H, C Anwar, and E J Sarapung. Prospek Pluralisme Agama Di Indonesia: Harapan Untuk Keadilan, Perdamaian, Dan Keutuhan Ciptaan. Seri agama & masyarakat. Institut Dian/Interfidei, 2009.

Prasetyo, Stanley Adi. “Pluralisme Dan Dialog Keadilan, Tantangan Berdemokrasi Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Yogyakarta: Institut Dian/Interfidei, 2011.

Qodir, Zuly. “Dialog Agama dengan Realitas Kemanusiaan.” Gema Teologi 31, no. 2 (2007): 1-14.

Rifa’i, Afif. “Dealektika Pemikiran Dalam Dialog Antar Umat Beragama: Studi Kasus Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) DI. Yogyakarta.” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan 1, no. 1 (2017): 63–82.

Schumann, O H, and Panitia Penerbitan Buku Kenangan Prof. Dr. Olaf Herbert Schumann. Agama Dalam Dialog: Pencerahan, Pendamaian, Dan Masa Depan : Punjung Tulis 60 Tahun Prof. Dr. Olaf Herbert Schumann. BPK Gunung Mulia, 1999. https://books.google.co.id/books?id=USS0oNP4koEC.

Shihab, A. Membendung Arus: Respons Gerakan Muhammadiyah Terhadap Penetrasi Misi Kristen Di Indonesia. Mizan, 1998.

Shofan, Moh. “Dialog Agama Dan Tantangan Teologi Global.” Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial 1, no. 1 (2014): 1–11.

Sumartana, Th. Soal-Soal Teologis Dalam Pertemuan Antar Agama. Yogyakarta: Institut Dian/Interfidei, 2015.

Suparlan, Parsudi. “Kemajemukan, Hipotesis Kebudayaan Dominan Dan Kesukubangsaan.” Antropologi Indonesia (2014).

Syam, Nur. “Radikalisme Dan Masadepan Hubungan Agama-Agama: Rekonstruksi Tafsir Sosial Agama.” UINSA SURABAYA (2005).

Wahid, A. Dialog, Kritik Dan Identitas Agama. Seri Dian. Dian/Interfidei, 1993.

Wicaksono, Arif. “Pandangan Kekristenan Tentang Higher Criticism.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. 1 (2018): 115–131.

Published
2020-10-27
How to Cite
Kaha, Samuel. “Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia”. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 4, no. 2 (October 27, 2020): 132-148. Accessed March 6, 2021. http://journal.stt-abdiel.ac.id/JA/article/view/165.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.