Ibadah Inklusi Bersama Orang dengan Disabilitas Intelektual

  • Jeimme Ulin Tarigan STT Jakarta
Keywords: ibadah; inklusi; orang dengan disabilitas intelektual

Abstract

Orang dengan disabilitas intelektual yang ingin menjadi bagian dari komunitas iman menghadapi berbagai hambatan untuk partisipasi penuh di dalam ibadah. Mungkin hambatan tersebut tidak sengaja atau bahkan tidak disadari. Secara umum, gereja belum dapat menerima orang dengan disabilitas intelektual untuk beribadah bersama mereka setiap hari Minggu. Artinya, Gereja belum mampu mengenali kemanusiaan penuh dari orang dengan disabilitas intelektual, sehingga mereka tidak dapat memberikan pelayanan bagi mereka. Penulis melihat bahwa para pendeta dan jemaat memiliki pengalaman, sumber daya, dan pelatihan yang terbatas untuk memahami bagaimana cara membantu orang dengan disabilitas intelektual. Artikel ini akan menawarkan dasar teologis ibadah inklusi bersama orang dengan disabilitas intelektual. Melalui dasar teologis, gereja akan menyadari betapa pentingnya merangkul semua komunitas mereka dalam ibadah. Artikel ini juga akan menawarkan strategi ibadah inklusi bersama orang dengan disabilitas intelektual dalam ibadah.

Published
2021-04-29
How to Cite
Tarigan, Jeimme. “Ibadah Inklusi Bersama Orang Dengan Disabilitas Intelektual”. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 5, no. 1 (April 29, 2021): 27-41. Accessed October 20, 2021. http://journal.stt-abdiel.ac.id/JA/article/view/167.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.