Formulasi Musik Deret dalam Penciptaan Komposisi Programa Berjudul Kupu-Kupu Terakhir

  • Robby Ferdian Universitas Negeri Padang
  • Fajry Sub'haan Syah Sinaga Prodi Pendidikan Musik - Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang
  • Agung Dwi Putra Prodi Pendidikan Musik - Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang
Keywords: ekosistem lingkungan; formulasi; komposisi; musik deret; musik programa

Abstract

“Kupu-Kupu Terakhir” merupakan sebuah karya musik yang berjenis musik programa, karya musik ini memuat cerita tentang fenomena pencemaran udara dengan menggunakan bahasa musikal. Pencemaran udara yaitu sebuah bencana modern, sebuah bencana yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi yang tidak dapat ditanggulangi dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan bencana yang dahsyat bagi kelangsungan hidup manusia. Objek material yang digunakan pada karya ini dihasilkan dari proses interpretasi pengkarya terhadap hal-hal unik, menarik sekaligus hal memprihatinkan yang terdapat di lingkungan yang telah terpapar oleh pencemaran udara. Berdasarkan objek material tersebut, pengkarya membuat sebuah narasi musik yang menceritakan tentang kehidupan kupu-kupu normal yang terkena dampak dari pencemaran udara dan dimasuki oleh polutan, sehingga lama-kelamaan kupu-kupu tersebut akhirnya mati dan kehilangan tempat tinggalnya. Penciptaan pada karya ini diawali dengan melakukan penelitian terhadap lingkungan, khususnya udara dan mengidentifikasi karakteristik dari binatang kupu-kupu, polutan (unsur dan senyawa yang menciptakan polusi), dan suasana homeostasis (Keseimbangan lingkungan). Kemudian pada perwujudannya material tersebut diinterpretasikan menjadi bahasa musikal dengan menggunakan tekhnik penciptaan pada musik Barat.

References

Abril, C. R. (2009). Responding to culture in the instrumental music programme: A teacher’s journey. Music Education Research, 11(1), 77–91.

Allen, A. S. (2011). Prospects and Problems for Ecomusicology in Confronting a Crisis of Culture. Journal of the American Musicological Society, 64(2), 414–419. https://doi.org/10.1525/jams.2011.64.2.414

Allen, A. S., & Dawe, K. (2016). Current Directions in Ecomusicology: Music, Nature, Environment. Routledge.

Allen, A. S., Titon, J. T., & Von Glahn, D. (2014). Sustainability and Sound: Ecomusicology Inside and Outside the Academy. Music and Politics, VIII(2). https://doi.org/10.3998/mp.9460447.0008.205

Barrett, M. S., & Bond, N. (2015). Connecting through music: The contribution of a music programme to fostering positive youth development. Research Studies in Music Education, 37(1), 37–54.

Bialystok, E. (2007). Acquisition of literacy in bilingual children: A framework for research. Language Learning. https://doi.org/10.1111/j.1467-9922.2007.00412.x

Chen-hafteck, L. (2018). The Effects of a Chinese and Cuban Music Programme on the Cultural Understanding of Elementary Children. Malaysian Journal of Music, 7, 117–133.

Doering, J. M. (2013). The Great Orchestrator. In The Great Orchestrator. https://doi.org/10.5406/illinois/9780252037412.001.0001

Ferdian, R., Putra, A. D., & Yuda, F. (2020). Preparation of Learning Materials for Basic Flute Instrument Based on Locality and ABRSM Curriculum. 1st International Conference on Lifelong Learning and Education for Sustainability (ICLLES 2019), 145–150.

Guillen, A. S. (2020). The mystery of creation enlightened by the composer Arnold Schoenberg (1874-1951). Revista Latinoamericana de Psicopatologia Fundamental. https://doi.org/10.1590/1415-4714.2020v23n1p121.8

Hawkins, A. M. (1958). Teaching , Modern Dance as a Creative Experience . Journal of Health, Physical Education, Recreation. https://doi.org/10.1080/00221473.1958.10630325

Kortenkamp, K. V, & Moore, C. F. (2001). Ecocentrism and anthropocentrism: Moral reasoning about ecological commons dilemmas. Journal of Environmental Psychology, 21(3), 261–272.

Putra, I. D., Nofindra, R., & Putra, A. (2020). Peningkatan Kompetensi Guru Seni Musik Melalui Pembelajaran Berbasis Literasi Menggunakan Pendekatan Kontekstual. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik, 2(2 SE-Articles). https://doi.org/10.24036/musikolastika.v2i2.45

Salomon, A. K. (2008). What Is an Ecosystem? Reference Module in Earth Systems and Environmental Sciences Encyclopedia of Ecology, 1(c), 1155–1165.

Setyawan, D. (2018). Pemanfaatan Software Sibelius sebagai Media Pembelajaran Musik. IMEDTECH: Instructional Media, Design and Technology, 1(2).

Sidik, H. (2016). Impresi Orang Rimba: “Melangun” Sebuah Komposisi musik Dalam Interpretasi Perjalanan Orang Rimba. Jurnal Puitika.

Sinaga, Fajry Sub’haan Syah, Maestro, E., Marzam, M., & Yensharti, Y. (2019). Software Sibelius Sebagai Alternatif Penulisan Notasi Musik Di Era Millenial. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik, 1(1), 1–6.

Sinaga, Fajry Subhaan Syah. (2016). Transformasi Musik Trunthung dari Pengiring ke Pertunjukan di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Universitas Gadjah Mada.

Smith-Autard, J. M. (2014). Dance Composition. In Dance Composition. https://doi.org/10.4324/9781315060033

Szeto, C. K., & Yung, P. M. B. (1999). Introducing a music programme to reduce preoperative anxiety. British Journal of Theatre Nursing (United Kingdom), 9(10), 455–459.

Tanudirjo, D. A., Arkeologi, J., Ilmu, F., Universitas, B., Mada, G., Kilas, Y. I., Pengelolaan, B., Budaya, W., & Indonesia, D. (2003). Warisan Budaya Untuk Semua: Arah Kebijakan Pengelola Warisan Budaya Indonesia Di Masa Mendatang. Kongres Kebudayaan V.

van der Hoeven, A., & Hitters, E. (2019). The social and cultural values of live music: Sustaining urban live music ecologies. Cities, 90(July 2018), 263–271. https://doi.org/10.1016/j.cities.2019.02.015

Wardana, W. A. (1995). Dampak pencemaran lingkungan.

Winangsit, E., & Sinaga, F. S. S. (2020). Writing Music Through Parnumation 3.0 in the Musical Activities Learning Process. 1st International Conference on Lifelong Learning and Education for Sustainability (ICLLES 2019), 31–34.

Published
2021-05-29
How to Cite
Ferdian, R., Sinaga, F., & Putra, A. (2021). Formulasi Musik Deret dalam Penciptaan Komposisi Programa Berjudul Kupu-Kupu Terakhir. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 4(1), 67-81. https://doi.org/10.37368/tonika.v4i1.245

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.