Kesenian Kentrung di Kabupaten Jepara: Kajian Interaksionisme Simbolik

  • Dody Candra Harwanto Sekolah Tinggi Theologia Abdiel
Keywords: interaksionisme simbolik; kentrung; komunikasi musik

Abstract

Kesenian kentrung merupakan sastra tutur yang di dalamnya menggunakan cerita, pantun, dan instrumen rebana. Aspek musikalnya dapat dilihat dari penyajian cerita dan pantun yang dinyanyikan, serta dari permainan instrumen rebana yang berfungsi sebagai visualisasi cerita dan membentuk pola irama. Perilaku manusia yang mengkomunikasikan berbagai simbol-simbol bermakna dalam proses interaksi sosialnya, juga dapat dilihat pada saat pertunjukan kesenian kentrung. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pertunjukan kesenian Kentrung di Kabupaten Jepara yang dikaji menggunakan teori interaksionisme simbolik dari Blumer. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan desain penelitian studi kasus interpretatif, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen yang relevan untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian ini antara lain 1) interaksi simbolik antara pemain dengan leluhur melalui syair yang dinyanyikan oleh seniman pada awal dan akhir pertunjukan sebagai simbol penghormatan, permohonan izin, dan mendapatkan keselamatan selama pertunjukan berlangsung dalam interaksinya dengan Tuhan maupun leluhur yang berada pada tempat pertunjukan; 2) interaksi simbolik antara pemain dengan penonton melalui pertukaran simbol yang diberi makna dalam membentuk perilaku antar individu; dan 3) interaksi simbolik antara pemain dengan pemain melalui teks cerita, pantun, dan pola permainan instrumen rebana sebagai simbol dalam proses komunikasi untuk menyajikan pertunjukan yang harmonis, estetis, dan membentuk cerita yang utuh.

References

Agustin, V. D. (2016). Musik Kentrung Pada Grup Apresiasi Seni Bondowoso: Kajian Teks Nyanyian dan Instrumentasi. Jurnal Apron, 1(9), 1–14.

Ardianto, E., & Bambang, Q.-A. (2007). Filsafat Ilmu Komunikasi. Simbiosa Rekatama Media.

Bachtiar, W. (2006). Sosiologi Klasik. Remaja Rosdakarya.

Blumer, H. (1986). Symbolic Interactionism Perspective and Method. University of California Press.

Hadi, Y. S. (2006). Seni dan Ritual Keagamaan. Penerbit Buku PUSTAKA.

Hutomo, S. S. (1998). Kentrung: Warisan Tradisi Lisan Jawa. Yayasan Mitra Alam Sejati.

Hutomo, S. S. (2001). Sinkretisme Jawa-Islam. Yayasan Bentang Budaya.

Jaeni. (2012). Komunikasi Estetik dalam Seni Pertunjukan Teater Rakyat Sandiwara Cirebon. Panggung: Jurnal Seni & Budaya, 22(2), 160–168.

Jazuli, M. (2014). Sosiologi Seni: Pengantar dan Model Studi Seni (2nd ed.). Graha Ilmu.

Karmini, N. N. (2017). Fungsi Dan Makna Sastra Bali Tradisional Sebagai Pembentuk Karakter Diri. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 32(2), 149–161.

Pruss, R. (1996). Symbolic Interaction and Ethnography Research. State University of New York.

Read, H. (2000). Seni, Arti, dan Problematikanya. Duta Wacana Press.

Ritzer, G. (1992). Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. CV. Rajawali.

Rofiqoh, A., & Abdillah, A. (2017). Struktur Pertunjukan Kentrung Tri Santoso Budoyo Lakon “Jaka Tarub” Di Desa Sanan Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Apron: Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukkan, 1(11), 1–15.

Rogers, E. M. (1994). A History of Communication Study: A Biographical Approach. The Free Press.

Siregar, N. S. S. (2011). Kajian Tentang Interaksionisme Simbolik. Perspektif, 4(2), 100–110.

Soeprapto. (2002). Interaksi Simbolik. PT. Averroes Press.

Sumardjo, J. (1997). Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia. STSI Press.

Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Penerbit ITB.

Sumardjo, J. (2010). Estetika Paradoks (Edisi Revisi). Sunan Ambu STSI Press.

Wirawan, I. B. (2012). Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma: Fakta Sosial, Definisi Sosial, & Perilaku Sosial. PRENADAMEDIA GROUP.

Wrahatnala, B. (2013). Seni Kentrung Dan Masyarakat (Pandangan Dan Prinsip Hidup Masyarakat Yang Terekspresikan Dalam Seni Kentrung). Terob: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 4(6), 34–59.

Wrahatnala, B. (2015). Politik Identitas dalam Lakon Syeh Jondang pada Pertunjukkan Kentrung di Jepara. Konferensi Nasional Pengkajian Seni Dengan Tema Arts and Beyond.

Published
2021-05-29
How to Cite
Harwanto, D. (2021). Kesenian Kentrung di Kabupaten Jepara: Kajian Interaksionisme Simbolik. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 4(1), 52-66. https://doi.org/10.37368/tonika.v4i1.255

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.