KONTEKSTUALISASI GAMELAN JAWA DI GEREJA BAPTIS INDONESIA (GBI) NGEMBAK

  • Alfa Kristanto Sekolah Tinggi Theologia Abdiel
Keywords: gamelan, contextualization, liturgy

Abstract

This thesis aims to examine contextualization of Javanese gamelan in the liturgy of the worship at the Indonesian Baptist Church (GBI) Ngembak Tembalang. The approach used is interdisciplinary, using qualitative research methods, and interpretative case study research design. The research data was collected by observation technique, interview, and document study, and source triangulation technique to maintain its validity. Data analysis technique is done through the process of reduction, presentation, and conclusion (verification). The results of this study show that, the form of Javanese gamelan accompaniment music in liturgical worship at GBI Ngembak Tembalang is composed of two elements, namely the element of time and melody. Contextualization of Javanese gamelan in the liturgy of the worship at the Indonesian Baptist Church (GBI) Ngembak Tembalang consists of one model, namely model translation. On the model of translation is done through the efforts of Christian identity preservation, keeping mindful of the culture, history and social change, which is owned by the Baptist Church Indonesia (GBI) Ngembak Tembalang.

References

Bastomi, Suwaji. (1992). Seni dan Budaya Jawa. Semarang: IKIP Semarang Press
Bevans, Stephen B. (2000). Model-model Teologi Kontekstual Jilid 1 Berteologi dalam Konteks. Maumere: LPBAJ.
Bevans, Stephen B. (2000). Model-model Teologi Kontekstual Jilid II Model-model. Maumere: LPBAJ
Darma, Budi. (2011). “Penciptaan Naskah Drama Ambu Hawuk Berdasarkan Tradisi Lisan dan Perspektif Jender”. Jurnal Resital: Jurnal Seni Pertunjukkan, 12(1), 55-64.
Ghofur, Abdul dan Rini, Hartati Sulistyo. (2015). “Komodifikasi Sintren Kumar Budoyo Dalam Arus Modernisasi”. Jurnal Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 4(1), 1-10.
Hapsoro, Leonardus Pandu. (2016). “Identitas Moral: Rekonstruksi Identitas Keindonesiaan pada Era Globalisasi Budaya”. Jurnal MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 20(2), 213-235.
Hatu, Rauf. (2011). “Perubahan Sosial Kultural Masyarakat Pedesaan (Suatu Tinjauan Teoritik-Empirik)”. Jurnal Inovasi: Jurnal Matematika, IPA, Ilmu Sosial, Teknologi dan Terapan, 8(4), 1-11.
Hernawan, Wawan. (2012). “Pengaruh Media Massa Terhadap Perubahan Sosial Budaya Dan Modernisasi Dalam Pembangunan”. Jurnal Kom & Realitas Sosial, 4(4), 83-96.
Jaeni. (2012). “Komunikasi Estetik dalam Seni Pertunjukan Teater Rakyat Sandiwara Cirebon”, Jurnal Panggung: Jurnal Seni & Budaya, 22(2), 160-168.
Kaesthi, Esih Widya. (2014). “Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Di Desa Wisata Karangbanjar Kabupaten Purbalingga”. Jurnal Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 3(1), 56-61.
Kango, Andries. (2015). “Media dan Perubahan Sosial Budaya”. Jurnal Farabi, 12(1), 20-34.
Kirchberger Georg, Boli Ujan Bernardus. (2006). Liturgi Autentik dan Relevan. Ledalero Mumere.
Liliweri, Alo. (2013). Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lohanda, Mona. (1983). “Dangdut: Sebuah Pencarian Identitas (Tinjauan Kecil dari Segi Perkembangan Historis)”. Dalam Sedyawati, Edi & Djoko, Sapardi (Ed.). Seni Dalam Masyarakat Indonesia (Bunga Rampai). Jakarta: PT Gramedia.
Martasudjito, E. Pr. (2005). Ekaristi Tinjauan Teologis, Liturgis, dan Pastoral. Yogyakarta: Kanisius.
May, Vanessa. (2011). “Self, Belonging and Social Change”. Jurnal Sociology, 45(3), 363-378.
Muniarti. (2015). “Dekonstruksi Estetika dan Makna Musik Gamat di Sawahlunto, Sumatera Barat”. Jurnal Resital: Jurnal Seni Pertunjukkan, 16(1), 25-35.
Murni, Endri Sintiana., Rohidi, Tjetjep Rohendi., Syarif, Muh. Ibnan. (2016). “Topeng Seni Barongan Di Kendayakan Tegal: Ekspresi Simbolik Budaya Masyarakat Pesisiran” dalam Catharsis: Journal of Arts Education, 5(2), 150-159. Semarang: PPS UNNES.
Nafis, Ahmad., Minawati, Rosta., dan Ediwar. (2014). “Estetika Musik Zapin Sebagai Budaya Populer Di Pekanbaru”. Jurnal Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 2(2), 1-14.
Rohidi, Tjetjep Rohendi. (2011). Metodologi Penelitian. Semarang: Cipta Prima Nusantara.
Romadhon, Ali. (2013). “Musik Dangdut Koplo Di Grup Bhaladika Semarang Dalam Konteks Perubahan Sosial Budaya”. Jurnal Catharsis: Journal of Arts Education, 2(1), 8-13.
Ruseli, Yeni dan Minawati, Rosta. (2013). “Fenomena Musik Kompang Kecamatan Bengkalis Di Era Globalisasi”. Jurnal Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 1(1), 131-140.
Saepudin, Asep. (2015). “Laras, Surupan, dan Patet dalam Praktik Menabuh Gamelan Salendro”. Yogyakarta: Resital Vol. 16 No.1.
Saepudin, Asep. (2015). “Perkembangan dan Perubahan Tepak Kendang Jaipongan Suwanda dalam Masyarakat Urban”. Journal of Urban Society’s Arts, 2(1), 9-17.
Setiawati, Debi dan Sanjoyo, Warih Yudo. (2012). “Perubahan Sosial Budaya Desa Purwodadi Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Tahun 1990-2010”. Jurnal Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 2(1), 66-84.
Siregar, Fuad Habibi dan Kinseng, Rilus A. (2015). “Perubahan Sosial Budaya Dan Tingkat Kesejahteraan Migran Batak Di Sektor Informal Di Kota Bogor”. Jurnal Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3(1), 13-28.
Sitompul, Adelbert Agustin dkk. (1998). Gereja dan Kontekstualisasi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Soedarsono, R.M. (1998). Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Perkembangan Seni Pertunjukan di Indonesia (Makalah disajikan dalam Simposium Internasional Ilmu-ilmu Humaniora V di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Soeroso. (1993). Bagaimana Bermain Gamelan. Jakarta: Balai Pustaka.
Sugiartha, I Gede Arya. (2015). “Bentuk dan Konsep Estetik Musik Tradisional Bali”. Jurnal Panggung: Jurnal Ilmiah Seni & Budaya, 25(1), 46-59.
Sumaryanto, F.T. (2007). Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif Dalam Penelitian Pendidikan Seni. Semarang: UNNES PRESS.
Supriyatna, Eddy. (2012). “Sosiologi Seni Untuk Menganalisis Desain Kursi dalam Konteks Budaya Jawa”. Jurnal Mudra: Jurnal Seni Budaya, 27(1), 78-88.
Susantina, Sukatmi. (2001). Inkulturasi Gamelan Jawa: Studi Kasus di Gereja Katholik Yogyakarta. Yogyakarta: Philosophy Press.
Tomatala, Y. (1996). Teologi Kontekstual (Suatu Pengantar). Jawa Timur: Yayasan Penerbit Gandum Mas.
Published
2019-05-29
How to Cite
Kristanto, A. (2019). KONTEKSTUALISASI GAMELAN JAWA DI GEREJA BAPTIS INDONESIA (GBI) NGEMBAK. Tonika: Jurnal Pengkajian Dan Penelitian Seni, 2(1), 19-31. Retrieved from http://journal.stt-abdiel.ac.id/tonika/article/view/40
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.