Hadir Tanpa Pamrih: Arah Pastoral Gereja di Era Pandemi

  • Marya Sri Hartati Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta
  • Simon Rachmadi Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta
Keywords: arah pastoral; kehadiran gereja; kenosis; sikap tanpa pamrih

Abstract

Pandemi COVID-19 tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan dan kematian jasmaniah, tetapi juga melahirkan masalah-masalah yang sifatnya spiritual. Kehadiran gereja melalui karya pastoralnya di tengah jemaat amatlah diperlukan. Akan tetapi, norma physical distancing yang diberlakukan di mana-mana selama masa pandemi COVID-19 membuat pihak gereja amat terhalang untuk dapat hadir secara fisik dalam melakukan karya pastoralnya. Artikel ini bertujuan untuk membaca profil situasi tersebut dengan data akurat yang diperoleh berdasarkan suatu penelitian kuantitatif (survey) dan diteguhkan melalui penelitian kualitatif (in depth interview) terhadap salah satu gereja di kota metropolitan, yaitu Gereja Kristen Jawa Joglo Jakarta. Hasil penelitian tersebut adalah ditemukan bahwa kehadiran gereja yang tanpa pamrih melalui para pelayan pastoral dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan secara on-site dan online di tengah kehidupan jemaat merupakan wujud konkret karya pastoral yang menyejahterakan bagi jemaat. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kegiatan online memiliki bobot rohani yang sama dengan kegiatan on-site. Keduanya dapat digunakan oleh para pelayan pastoral sebagai sarana mengembangkan kehidupan spiritual jemaat. Tulisan ini hendak menyodorkan suatu refleksi teologis tentang sikap dasar rohani yang menjadi arah pastoral kehadiran gereja yang lebih berbobot di tengah situasi pandemi COVID-19 ini, yaitu dengan sikap tanpa pamrih.

References

Andrews, Scott. “The Use of the Term ‘DNA’ as a Missiological Metaphor in Contemporary Church Narratives.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 72, no. 2 (2016): 1–5.

Bard, Terry R. “A COVID-19 Educational Sidebar: Humble Curiosity.” Journal of Pastoral Care & Counseling 74, no. 3 (2020): 157–58.

Casriarno, Adida, dan Demianus Nataniel. “Dinamika Pendidikan Agama Kristen di Tengah Wabah Corona: Sebuah Refleksi Berdasarkan Pengajaran Paulus dalam Galatia 6:2.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja 4, no. 1 (2020): 25–42.

Deci, Edward L., and Richard M. Ryan. Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behaviour. New York: Guilford Press, 2017.

———. “Self-Determination Theory: A Macrotheory of Human Mativation, Development, and Health.” Canadian Psychology/Psychologie Canadienne 49, no. 3 (2008).

Douglas, J. D. New Bible Dictionary. Edited by Christianity Today. Leicester, England - Wheaton, Illionis, USA: Inter-Varsity Press - Tyndale House Publishers, 1962.

Ford, Kevin Graham. Transforming Church: Bringing out the Good to Get the Great. 2nd ed. Colorado Spring, Ontario, East Sussex: David C. Cook, 2008.

Gilmore, Jeremy. “Blessings and Cursings: The Liberating Gift of Profanity in Clinical Pastoral Education.” Journal of Pastoral Care & Counseling 73, no. 3 (2020): 196–202.

Hartati, Marya Sri. “Ecclesia Habitus: Membangun GKJ Joglo Menjadi Komunitas yang Guyub, Terbuka, dan Saling Memberdayakan dengan Mempraktikkan Kebajikan-Kebajikan (Virtues) Kristus.” Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Jakarta, 2021.

Hathaway, Elizabeth. “Assisting Faith-Based Organizations Increase Sense of Belonging during the Covid-19 Pandemic.” Journal of Pastoral Care & Counseling 74 (4): 74, no. 4 (n.d.): 226–28.

Hunter, Roudney J. Dictionary of Pastoral Care and Counseling. Edited by H. Newton Malony, Liston O. Mills, and John Patton. General. Nashville: Abingdon Press, 1990.

Jakarta, GKJ Joglo. Pengaruh Pandemi Covid 19 Terhadap Persekutuan Jemaat GKJ Joglo. Jakarta, 2021.

Lartey, Emmanuel Y . Second edition. In Living Color: An Intercultural Approach to Pastoral Care and Counseling. 2nd ed. London: Jessica Kingsley, 2003.

Markus Saragih. “Potret Wajah Gereja di Masa Pandemi.” Berita PGI. Accessed September 8, 2021. https://pgi.or.id/potret-wajah-gereja-di-masa-pandemi-covid-19.

Musa, Bala A. “Church: Community and Spiritual Connection in the Digital Era.” In Digital Ecclesiology: A Global Conversation, edited by Heidi A Campbell. Digital Religion Publications, 2020.

Nataniel, Demianus. “Kenosis dan Koinonia: Komunitas Alternatif Berdasarkan Salib Kristus dalam Surat-Surat Paulus.” Dalam Berakar dan Bertumbuh di dalam Dia, Diedit oleh Besly T. Messakh, 70–89. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.

Negeri, Menteri Dalam. “Instruksi Menteri Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasas Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 Dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali.” Last modified 2021. Accessed September 8, 2021. https://covid19.go.id/p/regulasi/instruksi-menteri-dalam-negeri-nomor-30-tahun-2021.

Peral-Peral, Begoña, Jorge Arenas-Gaitán, and ángel Francisco Villarejo-Ramos. “From Digital Divide to Psycho-Digital Divide: Elders and Online Social Networks.” Comunicar 23, no. 45 (2015): 57–64.

Silva, Aline Amaro da. “The Diverse Ways of Being Church in the Digital Society and in Times of Pandemic.” In Digital Ecclesiology: A Global Conversation, edited by Heidi A Campbell. Digital Religion Publications, 2020.

Stone, Bryan. Evangelism after Christendom: The Theology and Practice of Christian Witness. Grand Rapids, Michigan: Brazos Press, 2007.

Published
2021-10-29
How to Cite
Hartati, Marya, and Simon Rachmadi. “Hadir Tanpa Pamrih: Arah Pastoral Gereja Di Era Pandemi”. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 5, no. 2 (October 29, 2021): 192-208. Accessed December 8, 2021. https://journal.stt-abdiel.ac.id/JA/article/view/304.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.