Gereja Masehi Injili di Timor dan Keberpihakan pada Alam: Apresiasi terhadap Liturgi Bulan Lingkungan Hidup di Gereja Masehi Injili di Timor

  • Ni Sarah Medo Ludji Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
  • Rolin Ferdilianto Sandelgus Taneo Gereja Masehi Injili di Timor
Keywords: eko-teologi; GMIT; liturgi

Abstract

Alam NTT dikenal begitu gersang. Hal ini sebagai akibat dari rendahnya intensitas hujan dari tahun ke tahun. Selain tanah yang gersang, keadaan laut juga memprihatinkan oleh karena pencemaran dari sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat. Dalam melihat keadaan ini, GMIT bereaksi secara cepat. Reaksi itu terlihat melalui penetapan bulan November pada 2007 sebagai bulan lingkungan hidup. Tujuannya ialah untuk kembali merefleksikan relasi antara Allah, manusia dan alam ciptaan. Dalam merayakan bulan lingkungan hidup, liturgi yang dipakai dalam kebaktian di GMIT dinarasikan sedemikian rupa agar bisa menggugah jemaatnya untuk peduli lingkungan. Liturgi ini merupakan bentuk implementasi ekoteologi yang secara sadar dilakukan oleh GMIT. Liturgi dalam artinya yang baru dipahami sebagai bentuk karya pelayanan manusia. Dengan menetapkan  bulan November sebagai bulan lingkungan hidup oleh GMIT, jemaat diajak untuk memusatkan karya pelayanannya terhadap alam yang mulai rusak. Penelitian ini menggunakan dua metode yakni pengamatan singkat dan studi literaturr. Hasil studi menunjukkan bahwa GMIT berani untuk membuat suatu terobosan untuk menjaga keseimbangan alam melalui ibadah yang dilakukan. Dalam hal ini juga peningkatan iman Kristen dalam jemaat GMIT terjadi melalui kesadaran mereka terhadap eko-teologi yang mendukung alam sebagai ciptaan Allah.

References

Ashriady. “Konsep Ekologi Sebagai Dasar Pengetahuan Lingkungan.” In Eka Apriyanti (Editor), Pengetahuan Lingkungan, 17. Bandung: Penerbit Media Sains Indonesia, 2022.
Banoet, Fiktor. “Spiritualitas Ekofeminis-Liturgis: Mengupayakan Rekonstruksi Spiritualitas Dan Etika Di Tengah Persoalan Pencemaran Lingkungan Domestik.” KENOSIS : Jurnal Kajian Teologi 7, no. 1 (June 2021): 135.
Bookchin, Murray. Ekologi Dan Anarkisme. Penerbit Pustaka Catut, 2018.
Cambah, Tahan M. “Meningkatkan Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup Melalui Nyanyian Jemaat.” KURIOS : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 8, no. 2 (Oktober 2022): 458.
De Klerk, Barend J. “Enhancing Ecological Consciousness Through Liturgical Acts of Doxology and Lament.” Verbum et Ecclesia 35, no. 2 (2014): 4.
Fardaniah, Risbiani. “Kemarau Panjang, BMKG: Peluang Hujan Di NTT Sangat Rendah.” Antara News, Oktober 2023. https://www.antaranews.com/berita/3726291/kemarau-panjang-bmkg-peluang-hujan-di-ntt-sangat-rendah.
Gunawan, Hizkia Anugrah. “Liturgi Sebagai Ruang Transformasi: Sebuah Tawaran Misional Untuk Pembaruan Liturg.” Indonesian Journal of Theology 6, no. 1 (July 2018): 57.
___________________________. “Liturgi Sebagai Ruang Transformasi: Sebuah Tawaran Misional Untuk Pembaruan Liturgi.” Indonesian Journal of Theology 6, no. 1 (July 2018): 57.
Jenkins, Willis. Ecologies of Grace : Environmental Ethics and Christian Theology. Britania Raya: Oxford University Press, 2008.
Jonar, Radius Aditiya. “Partisipasi Dan Keadilan: Studi Teologis Dalam Hubungan Manusia Dan Tanah.” SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 1, no. 1 (July 2020): 64.
Katu, Jefri Hina Remi. “Teologi Ekologi: Suatu Isu Etika Menuju Eskatologi Kristen.” CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 1, no. 1 (2020): 75.
Keraf, Sonny. Filsafat Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Kanisius, 2014.
Menda, Wanto. “GMIT Canangkan Hutan Gereja,” April 3, 2024. https://sinodegmit.or.id/2017/11/20/gmit-canangkan-hutan-gereja/.
Miyamoto, Ken Christoph. “Mission, Liturgy, and the Transformation of Identity.” Mission Studies 27 (2010): 65.
Pareira, Berthold A. “Spiritualitas Ekologi Menurut Kej. 1:1-2:4A.” In Minum Dari Sumber Sendiri. Malang: STFT Widya Sasana, 2011.
Pokok-Pokok Eklesiologi GMIT. Kupang: Majelis Sinode GMIT, 2015.
Salestin, dkk, Chezya Brygita. “Kajian Komposisi Dan Kepadatan Jenis Sampah Laut Pada Kawasan Ekowisata Mangrove, Di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.” Jurnal Ilmiah Bahari Papadak 2, no. 2 (Oktober 2021): 35–38.
Singgih, Emanuel G. “Agama Dan Kerusakan Ekologi: Mempertimbangkan ‘Tesis White’ Dalam Konteks Indonesia.” Gema Teologika 5, no. 2 (2020): 115–16.
WALHI NTT. “Potret Krisis Ekologi Di NTT Akibat Pembangunan Berwatak Kapitalis.” April 2, 2024. https://walhintt.org/perempuan-ntt-dalam-bayang-bayang-krisis-ekologi-akibat-pembangunan-berwatak-kapitalis-dan-patriarki-2/.
Published
2024-04-30
How to Cite
Ludji, Ni, and Rolin Taneo. “Gereja Masehi Injili Di Timor Dan Keberpihakan Pada Alam: Apresiasi Terhadap Liturgi Bulan Lingkungan Hidup Di Gereja Masehi Injili Di Timor”. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 8, no. 1 (April 30, 2024): 1-16. Accessed July 15, 2024. https://journal.stt-abdiel.ac.id/JA/article/view/722.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.