Komunikasi Musikal dalam Konser “Musik Untuk Republik”

  • Riyan Hidayatullah Universitas Lampung
Keywords: komunikasi musikal; komunikasi politik; konser musik.

Abstract

Konser merupakan istilah untuk pertunjukan musik yang disajikan di depan penggemarnya. Selain berfungsi sebagai sarana interaksi antara musisi dan penikmat musik, konser juga dapat menjadi alat politik tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori komunikasi musikal dan politik. Tujuannya untuk mengidentifikasi makna dibalik pesan-pesan politik dan musikal pada penyelenggaraan konser Musik untuk Republik (MUR) yang diadakan 18-20 oktober 2019 yang lalu. Fitur-fitur dalam aplikasi NVIVO12 digunakan untuk mengidentifikasi kata kunci yang banyak dibicarakan, sentimen, hubungan dan makna dibalik respon masyarakat terhadap MUR, dan mempertajam temuan dan konsep. Sebanyak 14 situs berjenis halaman web dan kanal YouTube diakses untuk mengumpulkan informasi tentang konser MUR dan tanggapan-tanggapannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat komunikasi politik yang ingin disampaikan oleh musisi kepada pemerintah. Pertemuan antara musisi dengan Presiden Jokowi dianalisa sebagai upaya membangun akses ke pemerintahan, membangun kedekatan (proximity), dan kaderisasi musisi di parlemen. Pesan-pesan persatuan juga disampaikan oleh Presiden kepada masyarakat melalui konser MUR. Konser musik MUR juga digunakan sebagai medium untuk memberikan informasi publik.

References

Adinaya, G. B. (2018). Benarkah konser musik dapat membuat telinga kita mengalami pendarahan? [Webpage]. Retrieved 29 November 2020, from https://nationalgeographic.grid.id/read/13672827/benarkah-konser-musik-dapat-membuat-telinga-kita-mengalami-pendarahan

Asriyani, N., & Rachman, A. (2019). Enkulturasi musik Keroncong oleh O.K Gema Kencana melalui konser tahunan di Banyumas. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik, 1(2), 74–86. Retrieved from https://doi.org/10.24036/musikolastika.v1i2.27

Bennett, A. (2001). Cultures of popular music. United States of America: Open University Press.

CNN Indonesia. (2019a). Konser musik untuk Republik [YouTube Channel]. Retrieved 28 November 2020, from https://www.youtube.com/watch?v=6pFrFzKMjgg

CNN Indonesia. (2019b). Tinggal Sehari, ‘Musik untuk Republik’ menanti Jokowi [Webpage]. Retrieved 28 November 2020, from https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20191020022348-227-441001/tinggal-sehari-musik-untuk-republik-menanti-jokowi

Dahrendorf, R. (1959). Class and class conflict in industrial society. California: Stanford University Press.

De Marinis, M. (1993). The semiotics of performance. United States of America: Indiana University Press.

Eyerman, R., & Jamison, A. (1998). Music and social movements: Mobilizing traditions in the twentieth century. New York: Cambridge University Press.

Fauziah, L. (2019). Sempat dikritik, konser MUR di Depok tetap berjalan [Webpage]. Retrieved 28 November 2020, from https://www.radardepok.com/2019/10/sempat-dikritik-konser-mur-di-depok-tetap-berjalan/

Hanna, N. (2019). Konser MUR tetap digelar sementara yang lain batal, ini tanggapan penyelenggara [Webpage]. Retrieved 29 November 2020, from https://www.tribunnews.com/seleb/2019/10/19/konser-mur-tetap-digelar-sementara-yang-lain-batal-ini-tanggapan-penyelenggara

Hargreaves, D. J., MacDonald, R., & Miell, D. (2005). How do people communicate using music? In D. Hargreaves, R. MacDonald, & D. Miell (Eds.), Musical communication (pp. 1–20). Glasgow: Oxford University Press. Retrieved 15 November 2020 from https://oxford.universitypressscholarship.com/view/10.1093/acprof:oso/9780198529361.001.0001/acprof-9780198529361-chapter-1

Homans, G. C. (1961). Social behavior: Its elementary form. (R.K. Merton,Ed.). New York: Harcourt, Brace, & World, Inc.

Jones, M. (2016). Evolution of the concert [Webpage]. Retrieved 29 November 2020, from https://vocal.media/beat/evolution-of-the-concert

Juniman, P. T. (2019). Daftar pengisi konser musik untuk Republik hari 2 [Webpage]. Retrieved 29 November 2020, from https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20191018204135-227-440849/daftar-pengisi-konser-musik-untuk-republik-hari-2

Khadavi, M. J. (2014). Dekonstruksi musik pop Indonesia dalam perspektif industri budaya. Jurnal Humanity, 9(2), 47–56.

Kockelmans, J. J. (1994). Edmund Husserl’s phenomenology. (A. Kelkel, J.J. Kockelmans, A. Peperzak, C.O. Schrag, & T. Seebohm,Eds.). United States of America: Purdue University Press. Retrieved 7 November 2019 from

KOMPASTV. (2019). Pesan damai dari konser ‘Musik untuk Republik’ [YouTube Channel]. Retrieved 28 November 2020, from https://www.youtube.com/watch?v=O3SMR2iaYHU

Kozinets, R. V. (2015). Netnography: Redefined. (M. Steele,Ed.) (2nd Ed). Los Angeles ; London: SAGE Publications Ltd.

Lasswell, H. D. (1948). The structure and function of communication in society. In L. Bryson (Ed.), The communication of ideas (pp. 37–51). New York: Harper and Row.

Lasswell, H. D. (1950). Politics: Who gets what, when, and how. New York: Peter Smith.

Ludden, D. C. (2015). The psychology of language: An integrated approach (1st Edition). United States of America: SAGE Publications, Inc.

Martiniello, M. (2019). Music and the political expression and mobilization of second and third-generation immigrants in urban Europe: Insights from Liège (Belgium). Ethnic and Racial Studies, 42(6), 994–1012. Retrieved from https://doi.org/10.1080/01419870.2019.1543891

Morrow, M. S. (1989). (Sociology of music no. 7) Mary Sue Morrow - Concert Life in Haydn’s Vienna_ Aspects of a Developing Musical and Social Institution-Pendragon Press (1989)_compressed.pdf (Sociology of music no. 7). New York: Pendragon Press.

Nonto, A. W. (2017). When Music and politics Mix [Webpage]. Retrieved 30 November 2020, from https://jakartaglobe.id/news/music-politics-mix

Panagiotopoulos, V. (2019). The history and future of live music [Webpage]. Retrieved 30 November 2020, from https://www.asianentrepreneur.org/the-history-and-future-of-live-music/

Pearson, J. C., Nelson, P. E., Titsworth, S., & Hosek, A. M. (2017). Human communication (6th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Pedelty, M., & Keefe, L. (2010). Political pop, political fans? A content analysis of music fan blogs. Music and Politics, IV(1), 1–11. Retrieved from https://doi.org/10.3998/mp.9460447.0004.103

Prabowo, H. (2019). Kontroversi konser musik untuk Republik: Politis & tak kontekstual? [Webpage]. Retrieved 28 November 2020, from https://tirto.id/kontroversi-konser-musik-untuk-republik-politis-tak-kontekstual-ejgG

Prakasa, E. (2017). Tindakan sosial anggota komunitas musik butterfield jazz society dalam menyaksikan konser musik jazz (Studi kasus pada anggota komunitas musik butterfield jazz society Bandung) (Bachelor Thesis). Universitas Padjajaran, Jatinangor.

Prameswari, R. D. (2020). Analisis perencanaan strategis pada konser musik ‘Raisa Live in Concert 2020’. (Bachelor Thesis). Universitas Pelita Harapan, Tanggerang. Retrieved 29 November 2020 from https://doi.org/10/Appendices.pdf

Qadri, M. R. al. (2008). Konser musik di media: ‘Common culture’, Anti-orientisitas dan budaya Populer. Jurnal Komunikasi, 2(2), 331–340.

Raharjo, R. (2018). Pengelolaan konser musik ditinjau dari fungsi manajemen: Studi kasus pada pusat kebudayaan Indonesia Belanda Karta Pustaka Yogyakarta (Thesis). Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia. Retrieved 29 November 2020 from http://journal.isi.ac.id/index.php/invensi/article/view/2102

Real, M. R. (1996). Exploring media culture: A guide. Thousand Oaks, Calif: Sage Publications, Inc.

Robbyansyah, M. (2011). Sebuah kajian cultural criminology atas moshing di dalam konser underground. Jurnal Kriminologi Indonesia, 7(3), 340–354.

Rocconi, E. (2012). The ancient world. In C. Lawson & R. Stowell (Eds.), The Cambridge history of musical performance (pp. 209–230). Cambridge : New York: Cambridge University Press.

Rosa, C. (2019). Panggung konser ‘Musik untuk Republik’ skala internasional [Webpage]. Retrieved 28 November 2020, from https://akurat.co/id-813009-read-panggung-konser-musik-untuk-republik-skala-internasional

Sokhor, A. N. (1974). The social determination of the musical thinking and perception. In The problems of musical thinking (pp. 59–74).

Street, J. (2000). Music and social movements: Mobilizing traditions in the twentieth century. By Ron Eyerman and Andrew Jamison. Cambridge: Cambridge University Press, 1998. 191 pp. Acting in concert: Music, community, and political action. By Mark Mattern. New Brunswick, New Jersey and London: Rutgers University Press, 1998. 184 pp. Popular Music, 19(2), 257–264. Retrieved from https://doi.org/10.1017/S0261143000210167

Tinarbuko, S. (2019). Membaca makna iklan politik pilpres 2019. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 250–258. Retrieved from https://doi.org/10.31091/mudra.v34i2.707

Tribunnews.com. (2014). Sabtu, ratusan musisi Ppapan atas gelar konser salam dua jari [Webpage]. Retrieved 30 November 2020, from https://www.tribunnews.com/nasional/2014/07/03/sabtu-ratusan-musisi-papan-atas-gelar-konser-salam-dua-jari

Weber, W. (2004). Music and the middle class: the social structure of concert life in London, Paris and Vienna between 1830 and 1848 (2nd ed). Aldershot, Hants, England ; Burlington, VT: Ashgate.

Wiweka, R. (2012). Studi deskriptif perilaku konsumen Surabaya dalam menonton konser musik (Undergraduate thesis). University of Surabaya, Surabaya. Retrieved 29 November 2020 from http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/228153

Yakupov, A. N. (2016). The theory of musical communication. United Kingdom: Cambridge Scholars Publishing.

Zuckerman, V. S. (1972). The music and the listener.

Published
2021-11-28
How to Cite
Hidayatullah, R. (2021). Komunikasi Musikal dalam Konser “Musik Untuk Republik”. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 4(2), 145-160. Retrieved from https://journal.stt-abdiel.ac.id/tonika/article/view/254

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.