Halleluyah: Dari Latin sampai Handel

  • Hengki Bonifacius Tompo Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang
Keywords: Abad Pertengahan; Bizantium; Haleluya; Handel; Latin; Romawi

Abstract

Hallelujah merupakan sebuah kata yang berasal dari kata Ibrani “hallel” yang artinya kurang lebih berteriak atau berseru dengan suara nyaring khususnya teriakan sukacita dengan penuh semangat. Dalam Alkitab Perjanjian Lama Halleluyah disebut sebamyak 24 kali khususnya dalam kitab Mazmur, sedangkan dalam Kitab Perjanjian Baru disebut sebanyak empat kali. Halleluyah juga telah menjadi salah satu tema dalam nyanyian Gregorian. Teks untuk Haleluya berasal dari Kitab Wahyu dalam Perjanjian Baru. Wahyu 19:6: “Haleluya: karena Tuhan Yang Maha Kuasa memerintah”. Wahyu 19:16: “Dan di jubahnya dan di pahanya tertulis nama, Raja segala Raja, dan Raja segala Tuhan”. Wahyu 11:15 berbunyi: “Dan dia akan memerintah selama-lamanya”. Hallelujah mempunyai sejarah yang panjang: Abad Pertengahan, era Romawi abad ke-8, Latin,  Bizantium, dan era Barok (Handel). Beberapa musikolog mengatakan, kemungkinan Haleluya tidak akan setenar seperti saat ini tanpa kerja keras Handel lewat Messiah-nya. Tujuan dari penelitian adalah untuk memberikan pencerahan tentang lagu Haleluya, yang dalam kenyataaan di lapangan belum banyak dipahami oleh umum. Metode dalam penelitian untuk artikel ini adalah studi pustaka dengan pendekatan sejarah musik.

References

Avenary, H. “Reflections on the Origins of the Alleluia-Jubilus”. Orbis Musicae. VI (1978). pp. 34–42.

Bailey, T. 1983. The Ambrosian Alleluias. Egham.

Burkholder, J.P. (et al.). 2006. A History of Western Music. New York – London: W.W. Norton & Company.

Burrows, D. 1994. Handel. Oxford: Oxford University Press.

Crocker, R. “Chants of the Roman Mass”. NOHM. II (2/1990). pp. 214–222.

Hiley D. 1993. Western Plainsong: A Handbook. Oxford. pp. 130–139.

Hughes, D.G. “Evidence for the Traditional View of the Transmission of Gregorian Chant”. JAMS. XL (1987). pp. 377–404.

Hume, R.D. “Handel and Opera Management in London in the 1730s”. Music & Letters. 67 (4). October 1986. pp. 347–362.

Keates, J.1985. Handel: The Man and His Music. New York: St Martin’s Press.

Kelly, T. 1989. The Beneventan Chant. Cambridge

Larsen, J.P. 1972. Handel’s Messiah. London: Adams and Charles Black Limited.

Levy, K. “The Italian Neophytes ‘Chants’”, JAMS, xxiii (1970), 181–227

McKinnon, J.W. “The Patristic Jubilus and the Alleluia of the Mass”, Cantus Planus III: Tihány 1988. pp. 61–70.

McKinnon, J.W. “Preface to the Study of the Alleluia”. EMH. XV (1996). pp. 213–249.

Prout, E. (ed.). 1902. Handel: The Messiah a Sacred Oratorio. New York: Novello, Ewer & Co.

Rees, G. 1990. Music in the Middle Ages (With an Introduction on Music of Ancient Times). New York – London: W.W. Norton & Company.

Treitler, L. “On the Structure of the Alleluia Melisma: A Western Tendency in Western Chant”, in H.S. Powers (ed.). 1968. Studies in Music History: Essays for Oliver Strunk, (Princeton, NJ). pp. 59–72.

Weiss, P., and R. Taruskin (Selected and Annotated). 1984. Music in the Western Music: A History in Documents. New York: A Division of Macmillan, Inc.

Wellesz, E. “Gregory the Great’s Letter on the Alleluia”. AnnM. II (1954). pp. 7–26.

White, H. “Handel in Dublin: A Note”. Eighteenth-Century Ireland / Iris an Dá Chultúr. 2. 1987. pp. 182–86.

Published
2022-05-28
How to Cite
Tompo, H. (2022). Halleluyah: Dari Latin sampai Handel. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 5(1), 55-71. https://doi.org/10.37368/tonika.v5i1.366

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.