Pola Tabuh Gendang Melayu pada Musik Pengiring Tari Tanggai di Kota Palembang

  • Arif Kurniawan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah OKU Timur
  • Maulidiawati Maulidiwati Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah OKU Timur
Keywords: gendang Melayu; musik pengiring; tari Tanggai

Abstract

Ensambel musik pengiring tari Tanggai, biasanya alat-alat musik atau instrumen yang digunakan ialah biola, akordion, tamburin, rebana, gitar, bass gitar, dan Gendang Melayu. Kesemua alat musik ini yang biasanya diolah oleh penata musik yang kemudian dimanfaatkan untuk mengiringi tari Tanggai. Gendang Melayu merupakan nama alat musik yang digunakan secara luas oleh masyarakat melayu khususnya dikota Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara musikal pola tabuh Gendang Melayu pada musik pengiring tari Tanggai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Kemudian, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan langsung dilaksanakan di Sanggar Seni Semesta Official dan Pertunjukan tari Tanggai di beberapa acara pernikahan di Palembang. Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data di lakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pola tabuh Gendang Melayu yang dimainkan saat mengiringi tari Tanggai ialah pola tabuh langgam. Pola tabuh Gendang Melayu saat mengiringi tari Tanggai dikenal dengan istilah pola tabuh langgam Palembang, yang terbagi menjadi dua motif yaitu pola umak (induk) dan ningkah (anak). Perbedaan dari kedua pola tersebut terletak pada perannya saat mengiringi tari Tanggai. Pola tabuh umak (induk) berfungsi untuk mengatur tempo, pola dasar dalam sebuah iringan musik, sedangkan gendang anak atau yang biasa di sebut ningkah berpungsi mengisi kekosongan pada ruang ritmis tabuhan umak.

References

Agustina, H., Hera, T., & Ilhaq, M. (2021). Pewarisan Tari Tanggai Melalui Pendidikan: Studi Kasus Sanggar Putri Batang Hari Sembilan. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 4(1), 23–33. https://doi.org/10.26740/geter.v4n1.p23-33

Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius

Budaya. 2012. Pengalaman Pembelajaran Musik Melayu di ISI Padangpanjang. Jurnal Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni. Vol 14. No 2. (Hal 162-183). Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang (ISI). Padangpanjang: Sumatera Barat.

Firmansyah, Feri. 2015. Bentuk dan Struktur Musik Batanghari Sembilan. Jurnal Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni. Vol 17. No 1 (hal 83-102). Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Gabriella. S.K & Syahrial. 2019. Makna Gerak Tari Tanggai Di Kota Palembang Sumatera Selatan. Jurnal GREGET. Vol 18. No 1 (hal 75-86). Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

H, Treny. 2020. Fungsi Tari Tanggai Di Palembang. Dalam Jurnal Geter: Jurnal Seni Drama Tari dan Musik. Vol 3. No 1, (hal 64-77). Fakultas Bahasa Dan Seni. Universitas Negri Surabaya.

K.E. Prier. 2013. Ilmu Bentuk Musik. Pusat Musik Liturgi: Yogyakarta.

Kaelan, H. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner Bidang Sosial, Budaya, Filsafat, Seni, Agama, dan Humaniora. Yogyakarta: Paradigma.

Kautzah. 2017. Karakteristik Musik Melayu: Studi Kasus Lagu Melati Karangan. Resital: Journal Of Perfoming Art. Vol 18. No. 02. Institut Seni Indonesia. 88-94. https://journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/view/1926/922

Kurniawan, Arif. 2017. Penanaman Identitas Kedaerahan dalam Pendidikan Seni. Dalam Paradigma Pendidikan Seni, Dedy Irawan (ed). Yogyakarta: Thafa Media.

Kurniawan. A & Firmansyah. D. 2020. Seni Musik Etnik Hadrah Nur Muhammad Di Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musirawas Kajian Bentuk Sajian Dan Struktur Musik. Jurnal Geter: Jurnal Seni Drama Tari dan Musik. Vol 3. No 1, (hal 52-63). Fakultas Bahasa Dan Seni. Universitas Negri Surabaya.

M, Chevy, P. 2014. Keberadaan Musik Melayu di Istana Maimun sebagai Upaya Menambah Daya Tarik. Skripsi. Medan: Jurusan Sendratasik Universitas Negeri Medan.

M, Juniussava, S., M. Ridhah, T., & F, Nomaini. 2016. Tari Tanggai Dan Habitus Masyarakat Palembang. JE: Jurnal Emperika. 1(01). Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sriwijaya, 83-100

Nettl, Bruno, 2012. Teori dan Metode dalam Etnomusikologi. Jayapura: Jayapura Center Of Musik.

Nurul Fajria Batubara. 2016. Kajian Organologi Gendang Melayu pak pung di kota Stabat Kabupaten Langkat. Skripsi. Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Medan

Pariwisata di Kota Medan. Skripsi. Fakultas Bahasa Dan Seni. Universitas Negeri Medan

Rahmah, S, Siregar, R, Devianty. 2021. Sejarah Musik Melayu di Kota Medan, 1970-2000. Warisan: Journal of History and Cultural Heritege. file:///C:/Users/LENOVOm/Downloads/681-4049-1-PB.pdf

Zulfahmi. M. 2013. Faktor-Faktor Penyebab Instrumen Biola Jadi Bagian Integral Kebudayaan Musik Etnik Melayu Pesisir Timur Sumatera Utara. Jurnal Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni. Vol 15. No 1. (Hal 90-105). Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang (ISI). Padangpanjang: Sumatera Barat.

Published
2022-11-27
How to Cite
Kurniawan, A., & Maulidiwati, M. (2022). Pola Tabuh Gendang Melayu pada Musik Pengiring Tari Tanggai di Kota Palembang. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 5(2), 178-193. https://doi.org/10.37368/tonika.v5i2.453

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.