Kajian Musikologis dan Teologis terhadap Lagu Ruri Saranden dari Biak dalam Format Sopran Alto Tenor Bas
DOI:
https://doi.org/10.37368/tonika.v9i1.862Keywords:
aransemen; koral; nyanyian kontekstual; ruri sarandenAbstract
Ruri Saranden merupakan lagu rohani dari Papua yang dikenal luas di kalangan masyarakat Kristen Papua dan sering digunakan dalam ibadah kontekstual. Namun, kajian ilmiah mengenai struktur musikal dan makna teologisnya masih terbatas. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lagu Ruri Saranden yang berasal dari Biak melalui pendekatan musikologis dan teologis. Analisis musikologis difokuskan pada aransemen paduan suara SATB (Sopran, Alto, Tenor, Bas) dengan mengidentifikasi unsur-unsur musikal, meliputi bentuk dan struktur lagu, melodi, harmoni, ritme, serta kadens. Sedangkan analisis teologis bertujuan mengkaji makna lagu dalam praktik peribadahan masyarakat Kristen Biak, khususnya terkait pemahaman tentang peran Roh Kudus dalam kehidupan umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan tekstual karena analisis didasarkan pada dokumen tertulis, serta didukung oleh pendekatan berbasis praktik untuk memperdalam kajian musikologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perpaduan antara unsur tradisional Biak—seperti gaya vokal solo yang mengimitasi pemimpin ritual (Mon), pola nyanyian bersahutan, dan penggunaan instrumen perkusif Papua (tifa)—dengan format paduan suara dan harmoni Barat. Secara teologis, lagu ini berfungsi sebagai kesaksian iman sekaligus sarana permohonan dan ungkapan keyakinan jemaat akan kasih serta penyertaan Roh Kudus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ruri Saranden merupakan model kontekstualisasi iman yang mengintegrasikan budaya lokal tanpa menghilangkan pesan Injil, serta merekomendasikan penggunaannya dalam antologi nyanyian gereja kontekstual.
References
Akwan, U. (2021). Nyanyian Gereja Sebagai Salah Satu Metode Pekabaran Injil. Murai: Jurnal Papua Teologi Konstekstual, 2(1 Januari), 38–46.
Apiem, E. M. (2021). Makna Ararem sebagai Pendampingan Pastoral dalam Perkawinan Etnik Biak di Propinsi Papua The meaning of Ararem as Pastoral Assistance in Biak Ethnic Marriages in Province Papua. Anthropos, 7(1), 131–137.
Candy, L. (2006). Practice based research: A guide. CCS Report, 1(2), 1–19.
Daulay, R. S. H. (2020). Analisis Tantangan Dan Kesempatan Menggunakan Musik Tradisional Dalam Ibadah Kristen. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 3(2), 76–87.
Halawa, F., & Bambangan, M. (2024). Injil dan Tradisi Lokal: Kontekstualisasi Teologi dalam Perkembangan Gereja di Asia Timur. Nubuat: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Dan Katolik, 1(4), 137–148.
Handoko, A. B. (2022). Estetika Musik Gereja dalam Perspektif Estetika Musik dan Teologi Kristen. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 5(2), 72–83. https://doi.org/https://doi.org/10.37368/tonika.v5i2.427
Hussey, I. (2019). The Songs We Sing: A Textual Analysis of Popular Congregational Songs of the 20th and 21st Century. Ecclesial Practices, 6(2), 217–234.
Kamma, F. C., & End, T. (1981). Ajaib Di Mata Kita: Masalah komunikasi antara Timur dan Barat dilihat dari sudut pengalaman selama seabad pekabaran Injil di Irian Jaya. BPK Gunung Mulia; Perhimpunan Sekolah-sekolah Theologia di Indonesia.
Kreuta, K. (2024). Kristologi Papua Analisis Kontekstual Yesus Kristus Dalam Kebudayaan Lokal. REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(2), 207–220.
Listya, A. R. (2024). Kontekstualisasi Musik Gerejawi di Indonesia. In S. Al Qurtuby & T. Kholiludin (Eds.), Musik di Indonesia: Sejarah dan Perkembangan Kontemporer (1st ed., pp. 253–280). eLSA Press.
Menger, M. (2024). Unraveling the local hymnal: Artistic creativity and agency in four Indonesian Christian communities. Religions, 15(9), 1130.
Moniung, I. I. P., Listya, A. R., & Untung, R. M. (2023). Kajian Musikologis Ya Tuhan, Tuhan Kami dalam Buku Nyanyikanlah Nyanyian Baru Bagi Tuhan. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 6(1), 28–39.
Mudak, S. (2017). Makna doa bagi orang percaya. Missio Ecclesiae, 6(1), 97–111.
Read, D. L. (2017). Why We Sing Along: Measurable Traits of Successful Congregational Songs. University of Kentucky Libraries.
Ruhulessin, C. (2023). Menemukan Nilai dan Makna Teologi Dalam folklor Bai Pada Kehidupan Persekutuan Suku Kaureh di Papua: Finding Theological Value And Meaning In Bai Folklore In The Life Of The Papuan Kaureh Tribe Fellowship. Murai: Jurnal Papua Teologi Konstekstual, 4(1), 8–17.
Rumansara, E. H. (2003). Transformasi upacara adat Papua: Wor dalam lingkaran hidup orang Biak. Humaniora, 15(2), 212–223.
Siramba, Y. S., Pasalli, J., Namba, R., & Datte, M. R. (2023). Musik Sebagai Sarana Aktualisasi Misi Pengajaran Dan Pelayanan Dalam Gereja. HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial Dan Bisnis, 1(3), 221–229.
Stein, L. (1962). Structure and Style: The Study and Analysis of Musical Forms. In (No Title) (1st ed.). Summy-Birchard Co.
Sukarman, T. (2021). Gereja yang bertumbuh dan berkembang. PBMR ANDI.
Warami, H., & Latuputty, S. (2022). Article The Language Function in the Dou Sandik “Praise and Worship” Tradisional of Biak Numfor Speech Community, Papua: A Linguistic Theology Study. Randwick International of Social Science Journal, 3(4), 788–800.
Wijaya, H. (2015). Kajian Teologis Tentang Penyembahan Berdasarkan Injil Yohanes 4: 24. Jurnal Jaffray, 13(1), 77–96.
Wompere, O. A., Setyawan, Y. U., Lattu, I. Y. M., & Listya, A. R. (2024). Songs as Transformative Ideology: An Ethnomusicological Approach to the Song Hai Tanahku Papua at GKI in Papua Land. International Journal of Educational Research, 3(2), 923–932.
Yonathan Eddy. (2024). The Meaning and Role of Music in Worship Praise in The Church Fellowship Eddy Yonathan. Jurnal Sunetos, 1(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.