Mengintegrasikan Identitas Perempuan Meto dalam Pembelajaran Kontekstual untuk Keadilan Gender

Authors

  • Florence Trifosa Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang, Indonesia
  • Samuel Herman Program Studi Teologi, Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37368/ja.v10i1.706

Keywords:

identitas perempuan, keadilan gender, kearifan lokal, kontekstual

Abstract

Ketidaksetaraan gender yang dipengaruhi oleh kapitalisme global dan budaya patriarki masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada identitas dan posisi perempuan, termasuk dalam budaya Meto di Nusa Tenggara Timur. Di sisi lain, budaya Meto memiliki kearifan lokal yang menyimpan nilai-nilai positif terkait identitas perempuan yang dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi dehumanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji identitas perempuan dalam budaya Meto serta mengintegrasikannya dalam model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) sebagai upaya memperkuat nilai keadilan gender dalam pendidikan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas perempuan dalam budaya Meto memiliki dimensi unik, relasional, kolektif, dan kosmis yang mengandung nilai keadilan, kesetaraan, dan kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan melalui pendekatan CTL yang mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa. Kesimpulannya, pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal efektif dalam membangun pemahaman kritis tentang identitas perempuan serta mendorong kesadaran akan pentingnya keadilan gender dalam kehidupan masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam pendidikan Kristen dapat menjadi strategi transformasional untuk melawan dehumanisasi dan memperkuat peran perempuan dalam komunitas iman.

References

Azahra, Fatimatu, Siti Komariah, and Puspita Wulandari. “Patriarchal Culture And Educational Barriers: A Parsonian Structural Functional Analysis Of Gender Inequality In Higher Education In Jampang Village.” Kafa’ah: Journal of Gender Studies 14, no. 2 (2024): 114–122.

Falah, Miftahul. “Dilema Perempuan Di Tengah Kapitalisme.” Republika, 2012.

Fisipol. “Menelaah Perempuan Dan Perspektif Kelas Dalam Kapitalisme.” Fisipol UGM, 2018.

Hale, Merensiana. “Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Kristiani Bagi Generasi Alpha.” Teruna Bhakti 5, no. 1 (2022): 1–13.

____________________. “Spreading the Understanding of Women’S Identity Within the Meto Culture Through the Christian Education Space Using the Contextual Teaching and Learning Model.” Quaerens: Journal of Theology and Christianity Studies 6, no. 1 (2024): 49–68.

Herman, Samuel, and Florence Trifosa. “Reinterpretasi Konsep Gender Dalam Perspektif Teologi Untuk Merangkul Diversitas Seksual.” Jurnal Teologi Praktika 4, no. 2 (2023): 28–41.

Hutabarat, Revin Mangaloksa. “Perempuan Dan Kapitalisme,” 2018.

Juanda. “Gender Phenomenon in Short Story by Fanny J. Poyk in Media Online, Indonesia.” Kafa’ah Journal 8, no. 2 (2018).

Kolimon, Mery. Misi Pemberdayaan Perspektif Teologi Feminis. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2022.

Kristianto, Andreas. “Teologi Keagamaan Kwok Pui-Lan: Dari Hermeneutika Asia Menuju Keadilan Gender (Sebuah Peta Pemikiran Teologi Kontekstual Asia).” Kenosis: Jurnal Kajian Teologi 8, no. 2 (2022): 197–217.

Noviandriani, Jessica. “Peran Perempuan Dalam Budaya Patriarki.” Kompasiana.com, November 2022.

Nurdyansyah, and Eni Fariyatul Fahyuni. Inovasi Model Pembelajaran. Sidoarjo: Nizamia Learning Center, 2016.

Pranowo, Yogie. “Identitas Perempuan Dalam Budaya Patriarkis: Sebuah Kajian Tentang Feminisme Eksistensialis Nawal El Sa’adawi Dalam Novel ‘Perempuan Di Titik Nol.’” Melintas 29, no. 1 (2013).

Puspita, Sri, Syarifah Nur Siregar, and Yenita Roza. “Penerapan Pendekatan CTL Dengan Konteks Sosial Budaya Kuantan Singingi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa” 9 (2025): 18999–19004.

Rejo, Uman. “Sifon, Nain Fatu, Dan Humanitas Perempuan Dalam Fiksi ‘Kutukan Perempuan Celaka’ Karya Felix K. Nesi.” http://jurnal.unimor.ac.id/PSN/article/view/1674 (2021).

Saifuddin, Zuhri, and Amalia Diana. “Ketidakadilan Gender Dan Budaya Patriarki Di Kehidupan Masyarakat Indonesia.” Murabbi: Jurnal Ilmiah dalam Bidang Pendidikan 5, no. 1 (2022).

Shalihin, Nurus, and Firdaus. “Transformasi Gender: Strategi Pembebasan Perempuan Dari Jerat Pembangunan Dan Kapitalisme.” Sawwa: Jurnal Studi Gender 14, no. 1 (2012).

Shoaib, Muhammad, Farooq Abdullah, Ummel Baneen, and Associate Lecturer. “Institutional Patriarchy and Pedagogical Practices : Gendered Power Relations in Contemporary Schooling.” Pakistan Journal of Social Sciences Review 5, no. 2 (2026): 608–625.

Sidabutar, Yanti Arasi, Hasratuddin, and Retno Dwi Suyanti. “Literasi Baca Siswa Kelas Awal di Desa Hutabayu dengan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis Etnobudaya.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10, no. 4 (2025): 315–323. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/34212.

Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (2020): 28–38.

Zega, Yunardi Kristian. “Perspektif Alkitab Tentang Kesetaraan Gender Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen.” Didaché: Journal of Christian Education 2, no. 2 (2021): 160–174.

Downloads

Published

30-04-2026

How to Cite

“Mengintegrasikan Identitas Perempuan Meto Dalam Pembelajaran Kontekstual Untuk Keadilan Gender”. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 10, no. 1 (April 30, 2026): 1–15. Accessed September 17, 2026. https://journal.stt-abdiel.ac.id/index.php/JA/article/view/706.