Menimbang Ulang Konsep Uis Pah sebagai Kearifan Lokal Menjaga Alam: Tinjauan Teologis-Sosiologis

Authors

  • Rolin Ferdilianto Sandelgus Taneo Program Magister Filsafat Universitas Gadjah Mada
  • Arly Elizabeth Maria de Haan Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang

DOI:

https://doi.org/10.37368/s12z2j17

Keywords:

ekologi, profan, sakral, uis pah

Abstract

Atoni Meto atau Orang Timor memiliki pandangan khas tentang alam yang di dalamnya meliputi tanah, laut, air dan segala sumber daya yang ada. Alam dilihat sebagai Uis Pah atau Tuhan Bumi. Keyakinan ini berangkat dari pemahaman bahwa dari alam, manusia dapat hidup. Alam telah menyediakan banyak sumber daya untuk manusia kelola. Paham ini juga sebenarnya memberikan kontribusi terhadap upaya menjaga alam agar tidak tereksploitasi karena ulah manusia. Hanya saja, sikap dominan manusia terhadap alam kemudian melahirkan suatu paham bahwa alam itu hendaknya dikuasai manusia. Alam adalah ranah profan dan karena itu sentuhan manusia atas alam adalah sesuatu yang wajar. Tulisan ini dimaksudkan untuk kembali memperhatikan konsep Uis Pah yang berpihak pada alam, baik itu tanah, laut, air, dan sebagainya sebagai yang harus dijaga. Karena itu, dengan menggunakan pendekatan studi literatur, akan digarap berbagai ulasan terkait topik yang dibahas. Pada akhirnya, melalui eksplorasi pemahaman mengenai Uis Pah yang adalah kearifan lokal tetapi juga sistem keyakinan Atoni Meto diharapkan dapat memberi kontribusi untuk mengantisipasi kerusakan alam serta upaya berkelanjutan memelihara alam Nusa Tenggara Timur, khusus di wilayah Timor. 

References

Angeline, Mia. “Mitos Dan Budaya.” HUMANIORA 6, no. 2 (2015): 192.

Aritonang (Penyunting), Jan. S. Teologi-Teologi Kontemporer. BPK. Gunung Mulia, 2018.

Awang, Jellyan A. “Dialog Kitab Keagamaan Terhadap Kearifan Lokal ‘Kepercayaan Jingitiu’ Sebagai Upaya Memperbaiki Relasi Manusia Dan Alam.” Proskuneo Jurnal of Theology 1, no. 1 (2024): 2.

Boy, Mikhael V. “Hauteas Is The Living Tree of The Dawanese People.” Lumen Veritas : Jurnal Filsafat Dan Teologi 10, no. 2 (2022): 128. https://doi.org/doi:%252010.30822/lumenveritatis.v10i2.471.

Darmalaksana, Wahyudin. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka Dan Studi Lapangan.” UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2020.

Faesol, Achmad. Diktat Sosiologi Agama. IAIN Jember, 2020.

Haan, Arly Elizabeth Maria & Rolin Ferdilianto Sandelgus Taneo de. “Suanggi Dalam Perspektif Masyarakat Beragama Kristen Di Pulau Semau.” Danum Pambelum : Jurnal Teologi Dan Musik Gereja 5, no. 1 (2025): 89.

Jacob, Fransisco. “Gereja Protestan Dan Kemiskinan di Timor Barat: Studi Historis Mengenai Sejarah Gereja Protestan di Timor Barat (1614-1947) Dan Dampaknya Terhadap Kemiskinan Di Timor Barat Pada Masa Kini.” Tesis, STFT Jakarta, 2020.

Karlau, Sensius. “Penciptaan Manusia Sebagai Representatif Allah Untuk Mewujudkan Mandat Budaya Berdasarkan Kejadian 1:26-28.” Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 5, no. 1 (2022): 131.

Khair, Nurul. “Pengaruh Sikap Profan Terhadap Paradigma Masyarakat Beragama Perspektif Emile Durkheim,.” Jurnal Sosiologi Agama Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta 14, no. 2 (2020): 205.

Ludji, Ni Sarah Medo & Rolin Ferdilianto Sandelgus Taneo. “Gereja Masehi Injili Di Timordan Keberpihakan Pada Alam:Apresiasi Terhadap Liturgi Bulan Lingkungan Hidupdi Gereja Masehi Injili Di Timor.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja 8, no. 1 (2024): 2.

Muhdi, Djuretna A. Imam. Moral Dan Religi Menurut Emile Durkheim Dan Henri Bergson. Kanisius, 1994.

Mustofa, Ahmad Z. “Konsep Kesakralan Masyarakat Emile Durkheim: Studi Kasus Suku Aborigin di Australia.” Madani: Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan 12, no. 3 (2020): 272–73.

Riska. “Ekoteologi Kristen: Teologi Penciptaan Dan Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan.” HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis 2, no. 9 (2024): 1067.

Ritzar, George & Douglas J. Goodman. Teori Sosiologi. Kreasi Warna, 1992.

Somawati, Ayu V. “Uis Pah Dan Uis Neno Dalam Kepercayaan Suku Boti Di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.” Prosiding Seminar Nasional Jurusan Brahma Widya: Mistisisme Nusantara, (Singaraja) 2021 (2021): 129.

Suminar, Erna. “Persepsi Suku Boti Terhadap Lingkungan Hidup.” ENSAINS 1, no. 2 (2018): 92.

Suni, Fredi. Mengenal Istilah Dan Arti Atoin Meto. July 3, 2025. https://www.tafenpah.com/2022/12/mengenal-istilah-dan-arti-atoin-meto.html?m=1.

Viktoria, dkk, Lelboy. “Fuah Pah: Communication Medium between the Dawan Community, Nature, and God.” Mysterium Fidei: Journal of Asian Empirical Theology 2, no. 1 (2024): 60.

Yuono, Yusup. R. “Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 2, no. 1 (2019): 191.

Downloads

Published

28-10-2025

How to Cite

“Menimbang Ulang Konsep Uis Pah Sebagai Kearifan Lokal Menjaga Alam: Tinjauan Teologis-Sosiologis”. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, no. 2 (October 28, 2025): 69–79. Accessed September 18, 2026. https://journal.stt-abdiel.ac.id/index.php/JA/article/view/847.