Analisis Hermeneutik Frasa “Baptisan bagi Orang Mati" 1 Korintus 15:29 dan Implikasinya
DOI:
https://doi.org/10.37368/ja.v10i1.863Keywords:
baptisan bagi orang mati, hermeneutika, kebangkitan, teologi Paulus, 1 Korintus 15:29Abstract
Penelitian ini menelaah frasa kontroversial “dibaptis bagi orang mati” dalam 1 Korintus 15:29, sebuah teks yang sejak masa gereja mula-mula menimbulkan perdebatan mengenai praktik baptisan pengganti. Sebagian penafsir memahaminya secara literal sebagai vicarious baptism, sementara lainnya melihatnya sebagai strategi retoris Paulus untuk menegaskan kebangkitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika historis-gramatikal yang diperkaya melalui analisis linguistik terhadap teks Yunani, analisis literer terhadap struktur argumentasi Paulus, analisis intertekstual dengan teks-teks Alkitab lain, serta refleksi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas preposisi ὑπέρ (hyper) memungkinkan lebih dari satu makna, namun dalam konteks 1 Korintus 15:29 tidak menunjuk pada praktik baptisan pengganti secara literal. Secara literer, ayat ini berfungsi sebagai bagian dari strategi retoris Paulus untuk menegaskan realitas kebangkitan. Secara intertekstual dan teologis, baptisan dalam ajaran Paulus selalu berkaitan dengan iman pribadi dan penyatuan dengan Kristus, sehingga tidak dapat dialihkan kepada orang mati. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa 1 Korintus 15:29 tidak mengajarkan praktik baptisan bagi orang mati, melainkan menegaskan kebangkitan sebagai dasar iman Kristen. Implikasi kajian ini penting bagi gereja masa kini dalam memahami makna baptisan secara benar, meneguhkan doktrin kebangkitan sebagai inti iman, serta mencegah kesalahpahaman doktrinal.
References
Angin, Yakub Hendrawan Perangin, and Tri Astuti Yeniretnowati. “Makna Kebangkitan Menurut 1 Korintus 15 Dan Aplikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini.” Alucio Dei 5, no. 2 (2022): 136–151.
Barker, Dustin. “Determinism and Moral Agency in 4 Ezra.” Journal for the Study of the Pseudepigrapha 34, no. 4 (2025): 241–267.
Bianchini, Francesco. “The Crux Interpretum of 1 Cor 15:29: What Is at Stake and a Proposal.” Verbum Vitae 40, no. 4 (2022): 1007–1016. https://doi.org/10.31743/vv.14202.
Christian, Timothy J. “The Historical Approach to New Testament Rhetorical Criticism: A Rhetorical Analysis of 1 Corinthians 15.” Religions 15, no. 1 (2024): 1–18. https://doi.org/10.3390/rel15010088.
Darmadi, Daud. “Hai Maut Dimanakah Sengatmu? Eksposisi 1 Korintus 15:54–55 dan Maknanya Bagi Kehidupan Jemaat Masa Kini.” Kaluteros: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. 2 (2023): 126–141.
Daud, dan Martinus Bonggil. “Kitab Henokh (4QEN) di Qumran: Penemuan, Analisis Paleografi, dan Signifikansinya bagi Studi Era Bait Kedua.” Jurnal Iluminasi 4, no. 1 (2026).
Dwiraharjo, Susanto. “Kritik Retoris: Suatu Upaya Memahami Teks Alkitab dari Sudut Latar Belakang Retorika.” Kurios 6, no. 2 (2020): 271–287.
Frederik, Hanny. “Konsep Persatuan Dengan Kematian Dan Kebangkitan Kristus Berdasarkan Roma 6:1-14.” Jurnal Jaffray 13, no. 2 (2015): 215–248.
Jim, Theodora Suk Fong. “On Greek Dedicatory Practices: The Problem of Hyper.” Greek, Roman and Byzantine Studies 54, no. 4 (2016): 617–638.
Kiamani, Andris, dan Ajais Yalisu. “Kebangkitan Kristus sebagai Dasar Teologis bagi Kebangkitan Orang Mati: Sebuah Analisis Biblika atas 1 Korintus 15:13.” Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab 2, no. 2 (2025): 132–147.
Kukun, Tsholofelo J. “Mother Paul’s Care for His Corinthian Children: A Text-Centered Analysis of 1 Cor. 3:1–4 Metaphor.” Theologia Viatorum 49, no. 1 (2016). https://doi.org/10.4102/tv.v49i1.293.
Kuswantoro, Wahyu Wahono Adil. “Tinjauan Historis Teologis tentang Baptisan pada Masa Intertestamental.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 1 (2020): 1–15.
Lumintang, Danik Astuti. “Kebangkitan Orang Mati Menurut I Korintus 15:12-34 Dan Implikasi Etisnya Bagi Orang Percaya.” Missio Ecclesiae 3, no. 1 (2014): 35–63. https://doi.org/10.52157/me.v3i1.36.
Nyarko, Ernest. “Understanding the Christian Sacrament of Baptism: Perspectives of Some New Testament Personalities.” European Journal of Theology and Philosophy 4, no. 3 (2024): 1–9.
Osei, Solomon Kwadwo, and Joseph Danquah. “Baptism for the Dead: An Exegetical Investigation of 1 Corinthians 15:29 and Its Theological Significance for Contemporary Christians.” Journal of Mother-Tongue Biblical Hermeneutics and Theology, no. November (2024): 94–109. https://doi.org/10.38159/motbit.2024661.
Pasaribu, Milawati, dkk. “Jaminan Keselamatan Kekal dalam Efesus 2:8–9 dan Implikasinya terhadap Etika Moral Orang Percaya.” Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 4, no. 1 (2025): 230–242.
Paulsen, David L. Journal of Book of Mormon Studies Baptism for the Dead in Early Christianity. Vol. 6, 2014.
Sharp, Daniel. “Vicarious Baptism for the Dead: 1 Corinthians 15:29.” Studies in the Bible and Antiquity 6, no. 1 (2014): 37–66.
Situmeang, Rynaldi Mahardika. “Koreksi Paulus terhadap Spiritualitas Eskapis dalam 1 Korintus 15.” Diegesis: Jurnal Teologi Kharismatika 8, no. 2 (2025): 216–234.
Stark, J. David. “Traditional Conflict Management: How Early Interpreters Address Paul’s Reference to Those Baptized for the Dead (1 Corinthians 15:29).” Religions 14, no. 6 (2023): 1–14.
Wijaya, Yulius. “Menelisik Konsep Imago Dei dalam Konteks Keselamatan dan Keteladanan Hidup Orang Percaya sebagai Saksi Kristus Masa Kini.” Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 2 (2024): 1–12.
Wihelmus, Ola Rongan. “Sakramen Baptis sebagai Sakramen Keselamatan dan Persekutuan Para Murid Kristus.” JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik 20, no. 1 (2020): 113–128
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.